12 December 2022

NC

Aku masih menggenggam gelas kopiku, mendengarkan riak air kolam renang yang dipermainkan angin, merasakan dingin yang sudah dari tadi menggigit kulitku.. ngga ada yang dapat kugunakan untuk berdamai dengan dingin subuh ini.. Angin semilirnya makin terasa, mungkin rasaku saja begitu.. mungkin dia biasa saja. Siapa suruh jam 2.40 subuh nongkrong dipinggir kolam renang hanya pake celana pendek dan atasan seadanya.. .. Aku genggam gelas kopiku, dingin. Hampir 2 jam sudah kami duduk dipinggir kolam ini, berbaring menatap langit.. Berharap Langit terbuka dan Tuhan hadir disana.

Harapan bodoh dari 2 perempuan yang sedang bodoh.. ..

"Jo, harganya naik lagi" perempuan yang satu lagi dari tadi tidak melepaskan matanya dari chart forex yang menurutku ribet sekali itu.. "Hemh.." aku cuma bisa bilang begitu. "Gwa lock apa di cut ya Jo.." "Cut aja udah, dari kemaren gwa udah bilang emang masih bakal naik, cut aja.." dia diam, mimiknya berfikir keras..

15 menit berlalu, dia sibuk dengan teleponnya, dengan si A, si B .. bla bla bla.. .. "Ah udah, sekarang gwa udah tenang" Aku menatap perempuan itu, sekarang dia tersenyum, masih dengan rokok yang tidak pernah lepas dari sisipan jemarinya. Ntah apa posisi trading yang akhirnya diambilnya, memberi saran memang selalu lebih mudah ketimbang harus jadi hakim yang memutuskan..

"Jadi loe gimana sekarang Jo?" hemh.. balik ke pertanyaan itu lagi. Ini malam kelima aku habiskan di sini, di salah satu apartemen baru di lt 12 deket PI deket Fatmawati, niat awalnya nemenin 1 perempuan yang ngga berani tinggal sendiri di apartemen barunya ha ha ha .. .. Tiap malam dengan sangat rela aku diculik dari rumah kecilku, dan tiap pagi harus bermacet-macet ngelewatin Fatmawati & Cipete, untuk seorang teman seperti dia, ngga apa..

"Nan, ini udah 5 malam kita nongkrong disini, langitnya belon kebuka juga.." pernyataan bodoh..

"Sabar, selalu ada saat pertama buat segala sesuatu, kan loe yang bilang begitu.." jawaban lebih bodoh lagiii ha ha ha ..

~ Untuk seorang sahabat seperti dia, Tuhan terima kasih..~


PS: Another unpublished writing from 2008

Published on
9/11/08 2:42 PM

Grey - tanpa judul

Bandung, 17 agustus 2008.

Dingin makin menggigit, walau motor kita sama sekali tidak laju.. Bandung ternyata masih mampu membuat menggigil, membawa aku merapatkan cardiganku, mencari sedikit hangat disana.. "Grey, liat deh... makanya aku pengen bisa naik gunung hari ini, karena sekarang lagi purnama.." aku menepuk bahumu dan menunjuk keatas, menunjukkan bulat sempurna rembulan malam itu.. "ah, ngga penting dimana kamu ngeliatnya.. yang penting ama siapa kamu ngeliatnya.."

Hemh... untuk aku tentu akan beda jika menyaksikan sang purnama dari Mandalawangi grey, selain itu aku setuju.. yang terpenting adalah dengan siapa kita menyaksikan keindahannya..

.. dan malam ini menyaksikannya denganmu ditemani senyumanmu adalah hadiah dari surga.


PS. Menemukan draft blog ini, ditulis 2008 dong hahaha, dan hari ini, 12 Dec 2022 kuputuskan untuk diposting :)

Hope you're well and happy, wherever you're now, Grey.

07 December 2022

Mama makan juga?

 Semalam, waktu sedang menyiapkan makan malam untuk Olaf, tiba-tiba anaknya nanya "Mama makan juga kan?"
"Emangnya kenapa bang?"
"mmm.. kalau mama makan juga, aku mau berdoa sama-sama mama.."

Sejenak, waktu seakan berhenti.

Ada yang menyetrum pikiranku, hati ku.

"Oh ya udah, mama siapin makan mama sebentar ya..

- ** -

15 October 2015

.. si kucing kita ..

.. Anjing atau Kucing? buat aku rasanya jawabannya akan selalu anjing.
Sejak kecil, sejang mulai bisa mengingat sesuatu, dirumah selalu ada anjing sebagai peliharaan, teman bermain dan jalan-jalan.. Sementara kucing cuma sesekali ada, itupun kucing biasanya datang dan pergi, kalo waktunya makan maka dia akan nongol, selain itu jarang keliatan disekitar rumah..

Dalam 1 tahun belakangan ini, sudah 2 kali kami mencoba (dengan tidak sengaja) untuk pelihara kucing tapi kemudian gagal.. Pertama, pernah tengah malam aku dibangunkan suara meong-an "merana" anak kucing diluar pagar rumah kami, akhirnya dipaksakan membuka mata dan memanggil si kucing masuk ke rumah.. Kumel, dan warnanya ga jelas, kecil bangeeet :(
Dikasih keset kain jadi alasnya tidur, lalu dikasih susu hangat, besokannya baru dimandiin dan dikasih makan.. tapi sore hari-nya si kucing udah ga ada.. ga tau kemana, hilang...
Lalu pernah juga sekali, di jalan Paso belakang ragunan, waktu hujan dan lagi macet bangeet... Tiba-tiba lampu motor menangkap seekor anak kucing kebingungan ditengah jalan, dia nongol dari bawah mobil yang ada di depan motorku, kageet banget.. Akhirnya diraih pake tangan, dan motorpun minggir...sempat bimbang berat, mau ditinggal aja dipinggir jalan, koatir ntar dia ke jalan lagi lalu mati ketabrak :( ... akhirnya dimasukkan ke plastik belanjaan, dan plastiknya digantung jadi ada udara buat si kucing. Cara ini ternyata repot ya, karena si kucing beberapa kali berusaha memanjat plastik tebalnya dan nyaris berhasil keluar... Untunglah kemudian kami berhasil tiba di rumah dengan selamat dan basah kuyup :D

Olaf senang sekali waktu liat mamanya pulang bawa kucing.. pertanyaannya langsung panjang sambung menyambung.. Ini kucing ya mama... namanya siapa mama.. lumahnya dimana mana.. mama ketemu dia dimana?.. mamanya mana mama... dll.. dsb.....

Lalu kejadian yang sama berulang, besok sorenya dia sudah ga ada dirumah :(

Aku sempat berfikir, mungkin kucing2 itu bisa ngerasa kalo aku penyayang anjing banget, jadi mereka ngga betah dan pergi... mungkin...

Lalu.. sekarang akhirnya mitos itu terpatahkan :) :)
Beberapa bulan lalu ada seekor kucing betina dewasa mulai rajin nongkrong di teras rumah kami, minggu-minggu pertama aku suka ngomel, karena keset jadi bau pipis, lalu bulu kucing dimana-mana... Suka dibilangin ke kucingnya, mau tidur disini ya ga apa.. tapi jangan kencing disini yaa... eeh, lama-lama ngga ada bau pipis lagi :)
Mungkin ada sekitar 2 bulan kemudian, sampai kami mulai menyadari bahwa si kucing ini setiap hari selalu ada di depan rumah.. Lalu aku mulai memberi dia makan sesekali, dikasih gorengan udang, lalu dikasih kuah sayur dan dicampur dengan tangan semuanya.. makanannya selalu habis, mungkin karena aku juga tidak rutin kasih dia makan ya..
Lalu, aku juga belum mau menyentuh si kucing ini, mungkin karena dia kurus dan bulunya rada kotor, geli karena ngga biasa megang kucing... Hingga saru hari, pas bapaknya Olaf lagi nyuci motor, aku minta dia siram si kucing kami, biar dimandiin sekalian, eeh si kucing ngga kabur!
Jadilah diambil sabun dan dengan semangat kami mendiin si kucing kuning kurus ini, ampe bersih :)

Lalu hingga hari ini.. rasanya kami sudah bisa menyebut dia "kucing kita".. karena setelah berbulan-bulan kami blum berhasil menemukan nama untuk dia, jadi dia namanya ya hanya kucing kita..
Sekarang sudah mulai beli cat food buat dia, jadi ngga selalu makan udang goreng, si kucing kami ini sudah mulai nambah berat badannya, bulunya mulai makin bagus warnanya..
Semoga hidupmu akan selalu bahagia bersama kami yaa cing..





15 April 2015

so, Happy Birthday to me..

Ulang tahun..
Buat aku selalu menjadi momen yang menyenangkan untuk dinanti, saat seringkali ada kejutan-kejutan tidak terduga hadir dalam hidup..
Sejak akhir maret kemaren, satu ajakan naik gunung sudah membuat hatiku senang luar biasa, kalau perjalanan itu sampai terjadi, maka buat aku itu adalah hadiah dari surga yang dikirim lebih cepat :)
Satu perjalanan untuk mengentaskan rindu, bukan saja pada gunung dan jalur tidak umum-nya, tapi terutama pada mereka yang akan menjadi teman seperjalanan ini..

4 tahun lebih sudah kami 'tiarap". Berhenti dari aktifitas mencumbui jalur-jalur terlarang itu, sejak aku menikah - hamil dan lalu punya anak.. Saat ini, menjelang ulang tahun ke 3 Olaf, ajakan itu tiba-tiba muncul lagi, dan rasanya kami sudah siap...

Saat harinya tiba, 2 April 2015, ada 3 sahabat lama yang berkumpul di stasiun Bogor, dan ada 4 teman lain (termasuk Olaf) yang baru nimbrung dalam perjalanan ini. Rencananya sabtu, 5 April, kami akan tiba di alun-alun Suryakencana dan akan ada 1 orang sahabat lain yang menunggu kami disana. Karena tugas kerjaan maka dia harus menyusul kami lewat jalur normal, demi harapan bisa ngopi-ngopi bersama diketinggian. Pada akhirnya, keterbatasan sinyal dan ketidakpastian lokasi nge-camp tidak mempertemuakan kami, tapi kami menghirup udara diketinggian yang sama malam itu, namun ditempat yang berbeda..
Perjuangannya menyusul kami saja sudah cukup mengharukan, untuk aku, untuk kami..
Itu cerita dari hadiah yang dikirim pertama untuk aku, dari sorga..

Dan 3 hari setelah hari ulang tahunku, hadiah kedua disusulkan...
Lewat seorang sahabat aku menemukan sahabat lama yang pernah teramat dekat dihati..
Aku menemukan dia.
dan lalu, lewat jaringan nirkabel, rindu pun dientaskan..

Hari ulang tahunku sendiri berlalu dengan sangat biasa, sangat luat biasa biasaaaa...
Namun, akan selalu bersyukur untuk 2 hadiah luar biasa ini..

Terima kasih Bapa di surga.. 

06 February 2015

.. Olaf, Iklan, dan Mama...

Beberapa malam lalu, sepulang kerja, aku  menemani Olaf di depan tivi.. Konsentrasinya berpindah-pindah antara mainanya dan melihat acara yang dia suka. Waktu break iklan dia jadi lebih fokus ke mainannya sambil ngobrol berganti-ganti topik dengan Mamanya.

Di satu iklan (aku lupa iklan apaan) tiba-tiba pandangannya ngga lepas dari tivi, dia melihat dan diam saja. "Eh, Olaf liat apa?" aku tanya.. "Mba, mama.." katanya..
"ooo Olaf liat iklannya mba ya? mba-nya cantik?" waktu itu artir yang ada diiklan itu memang cantik, jadi refleks yang aku tanya begitu...
"Iya mama, mba-nya cantik" Olaf tersenyum lalu melihat ke tivi lagi..
Lalu tiba-tiba, setelah beberapa detik diam..
"Mama juga cantik." Olaf sedang melihat aku sambil tersenyum, waktu aku menoleh karena ucapannya.
Speechless.. aku ga tau mau bilang apa untuk beberapa saat..

Tiba-tiba semuanya buyar karena dari teras luar ada suara ayahnya nyelutuk "preet, gombal kamu yaa Olaf"..
aku langsung tertawa dan memandang Olaf lagi.. "oo mama juga cantik ya?" bertanya lebih karena takjub sih ini karena ucapan anaknya..
"iya, mama cantik".. dia dan senyumannya :)

Aku ga tau Olaf sudah benar-benar mengerti apa yang dia ucapkan atau belum :) umurnya saja baru 2 tahun 8 bulan.. tapi pujian tak terduga tadi sungguh menghangatkan dunia :)

Terima kasih nak :)
Terima kasih Tuhan..

07 October 2013

1 tahun 5 bulan Olaf..


Dan tanpa terasa waktu bergulir, masa-masa begadang dan sebentar2 terbangun udah lewat dan sekarang dapat dikenang dengan bibir tersenyum..
Pagi tadi Olaf bangun duluan, jadi mau ngga mau aku ikut bangun juga.. leyeh2 sebentar di tempat tidur, bermalas-malasan... Akhirnya kami bertiga sama-sama beranjak keluar kamar, bapaknya langsung membawa kursi rotan buat Olaf ke ruang depan, diberi alas bantal kecil dan hopla nyaman sudah :D :D

Wajahnya keliatan senang banget, Olaf seperti merasa special aja gitu karena dia sekarang punya tempat duduk sendiri sementara Ma'e dan Bapaknya ngga punya kursi seperti dia punya ..

1 tahun dan 5 bulan, apa saja yang Olaf sudah dibuatnya? :D
* Sejak seminggu lalu bangun tidur malamnya sudah berkurang, biasa bangun jam 1 dan jam 4 malam buat minum susu, sekarang paling bangun sekali aja antara jam 1 - jam 2..
* Olaf udah bisa buka pintu depan sekarang, jadi kira ngga boleh lupa kunci pintu :D
* Sejak 2 minggu lalu Olaf sudah mulai mandi pake air dingin, buat mandi sama buat bersihin kalo dia poop.. biasanya kan selalu pake air hanget :D
* Olaf sudah bakin bisa minum pake gelas, walau kadang kalo dia lupa pelan-pelan gelasnya langsung dimiringin dan semua isinya tumpah ke bajunya hahahahaha..
*Olaf sudah belajar makan buah sendiri, pake garpu plastik.. sudah bisa suapin Ma'e dan bapaknya juga pake garpu, walau kita harus perhatiin banget karena kadang dia meleng ngga liat jadi buahnya mendarat di pipi bukan dimulut :p
*Beratnya sudah 11,5kg! Yeaaayyyyyy bulan kemaren Olaf sukses menambah berat 1 kg, luar biasa anakku..
* Ukuran kaki-nya sekarang no 6, kalo diliat2 kayanya dia akan berkaki besar, mengingat aku dan Bapaknya kakinya panjang2 hehehehe...

Ah begitulah dia, Olaf... berkat yang telah dititipkan Tuhan kepada kami..
Sehat-sehat ya Nak, semoga Bapak dan Ma'e bisa membimbingmu dengan baik, menjadi orang tua dan juga sahabat terbaikmu..
Semoga kami diberi umur untuk menemani perjalanan kehidupanmu dengan bahagia Nah..

21 September 2013

1 tahun 4 bulan dan 14 hari..

Melihat album foto-foto Olaf itu sering bikin geleng-geleng sendiri, gimana ngga? rasanya seperti baru kemaren bawa dia kemana-mana dalam perut, lalu 1 bulan pertama saat dia baru lahir yang sangat penuh perjuangan, lalu setelah itu tiba-tiba sudah bisa diajak keluar naik angkot... lalu sudah bisa diajak naik pesawat ke Medan ketemu Oppung :)

Rasanya juga baru kemaren melihat Olaf free standing pertama kali di Ulang tahun pertamanya. Hari itu Olaf memberi bahagia teramat luar biasa dengan dia tersenyum saat memberanikan dirinya berdiri. Lalu mulai diajak kemping ke gunung, ke Ranu Kubolo lalu ke Surya kencana.. sekarang Olaf sudah bisa lelarian walau belum sepenuhnya terkontrol, sudah ngerem dan belok dia hehehehe...

Bulu matanya makin panjang, padahal masih keinget banget waktu lahir olah ga keliatan bulumatanya sama sekali, matanya juga kan cuma segaris ya, sipit banget.. Yang berbulu justru wajah dan seluruh badannya, terutama punggung.. waktu Olaf dimandiin di Rumah Sakit, Ma'e ampe bingung sendiri liat bulu badannya.. waktu itu ngga tau kalau itu perlahan akan menipis....

Olaf memang belum bisa bicara, tapi dia punya bahasa sendiri :) dengan teriakannya, tawa, dan celotehan atau komen-komennya yang sepotong-potong itu.. Tawanya adalah Surga! saat dia tertawa rasanya semua hal tidak baik sirna dari muka bumi... (Ma'e lebraaaayyyyy hehehehehe...) tapi ya begitulah!!

Sekarang kalau jalan kaki bersama, Olaf sudah bisa digandeng saja.. ngga perlu digendong terus ama Ma'e.. walaupun suka berhenti untuk ini - itu.. Berhenti karena liat ayam atau kucing, berhenti untuk ngubrak2 gerbang tetangga hahaha.. berhenti karena memperhatikan motor lewat.. Lama aja pokonya kalau jalan ama Olaf, lama yang menyenangkan...

1 tahun 4 bulan dan 14 hari... ditambah 7 bulan aku mengetahui dia ada di dalam perutku, selama itulah Surga turun ke Bumi.....

Terima kasih Anakku..

30 April 2013

dan semuanya akan indah pada waktunya....

semua berawal di february, saat aku memutuskan akan kembali bekerja alias "jadi orang kantoran" lagi.. untuk memutuskan hal itu dalam pikiran saja rasanya berat banget, apalagi saat mulai melihat, mencari, iklan lowongan pekerjaan secara online. BERAT!
Pertimbangan yang memberatkan cuma 1, Olaf. Tapi lalu berhasil menenangkan diri sendiri, karena ya karena Olaf juga akhirnya pikiran untuk kembali bekerja dan harus mulai menabung itu ada. Ma'e meninggalkan Olaf demi Olaf... pahit ya -.-
Lalu, seperti biasa, aku taro semua harapan tentang pekerjaan baruku nanti itu dalam sebuah keranjang dan aku letakkan dihadapan Tuhan, saat itu aku sendiri merasa sedikit meminta "lebih" namun.. siapapun tahu dalam nama Tuhan kan ga ada yang mustahil yaa..... Setelah 3 tahun berwiraswasta rasanya ngga akan mudah langsung dapat kerjaan dalam waktu singkat, apalagi dengan beberapa syarat yang rada "ngga biasa" itu... tapi biarlah, berserah saja.

Lalu, disuatu siang saat ada disekitaran blok M, bareng Olaf, aku menerima telepon dari nomer ga dikenal, tapi karena awalannya 0811, telpon ga dikenal itu diangkatlah. Seorang teman lama, seorang temen yang sempat jadi client juga hehehe... setelah ngobrol  kesana kemari, kesini kesitu, lalu dia masuk ke pertanyaan utama "Jo, loe masih berminat buat kerja kantoran lagi ga?" tsaaaaaaaahhh.... sekonyong-konyong pertanyaan itu seperti di rewind lagi..lagi..lagi..dan lagii dalam kepalaku :D

Yup, begitulah.... itulah awalnya. lalu aku janji akan menelpon si temmen itu setelah balik dari Medan.. Lalu kita "ngobrol-ngobrol" yang hanyalah bentuk lain dari interview awal #apuspeluh lalu ketemu dengan bos besarnya, lalu diminta untuk nyiapin presentasi, lalu tanggal presentasinya ditentukan, lalu Ma'e presentasi di depan calon bos-bos nya Ma'e, lalu ditanya-tanyain cemmacem..lalu tawar-tawaran, lalu Ma'e menunggu beberapa menit, lalu kita SEPAKAT! heu heu heu heu..... Terimakasih Bapa di sorga.

15 April Ma'e mulai bekerja kantoran :)
kantornya ada di pasar minggu (ga jauh dari rumah), ga harus berjibaku dengan macet yang sangat, lalu kantornya juga "mengerti" kalo ma'e ada Olaf, jadi kalo Ma'e mendadak ga bisa masuk karena Olaf seperti sabtu kemaren, kantornya cukup mengerti.. lalu karena Ma'e sudah ada beberapa kerjaan freelance yang keburu diambil di April dan Mei, ama kantornya juga dikasih ijin untuk ga masuk.... kurang apa coba??
Rasanya ini seperti mendapat jawaban doa-doa baris perbaris... seperti yang diminta!

Setelah berjalan 2 minggu semua jadi lebih "ringan", Olaf sudah makin mengerti Ma'e kalo pagi harus pergi.. semua mulai kembali teratur dan rapi, dan.. Ma'e bisa konsentrasi buat ngejar target untul "pecah telor" sebelum bulan puasa.. Semoga bisa, semoga bisa :)

Jakarta..
Terimakasih Bapa di sorga!


23 July 2012

.. Olaf ..

Olaf Bahlawan Mahameru..
Mahakarya Sang Pencipta.

Hal yang luar biasa dalam hidup kali ini adalah digariskan menjadi ibu bagimu, anakku.

11 May 2011

.. kehilangan ..

kehilangan memang akan teramat menyakitkan, mungkin akan membuatku menangis..
namun saat ini, sungguh, menangis pun akan kujalani saja.
jika itu dapat memberi satu jawaban pasti..

07 February 2011

.. Pilihan ..

Tak semata tentang tawa dan tangis,
tak semata tentang bekerja dan bermain.
tak semata ..

Hidup juga tentang pilihan,
dan kadang kita tak boleh memilih semua, harus 1.
Harus satu!

01 February 2011

.. @ first sight ..

Gelap sudah memeluk jakarta.. temaram dimana-mana, bermandikan cahaya gedung tinggi ibukota.. Hari ini melelahkan sekali, ngurusin client yang berjibun permintaannya dan semua ingin diperlakukan bak ibarat raja, padahal kita bukan raja ..

Satu yang selalu menghibur dipenghujung hari kerja adalah kenyataan akan bisa lewatkan malam disatu sudut kota jakarta, sudut yang sederhana dan tidak hingar bingar, dengan meja orenz, makanan sederhana, segelas kopi dan teman-teman sepergokilan. Itu dia, temen-temen sepergokilan!

Hari itu, aku ngga sempat pulang dulu untuk menyegarkan jiwa dengan siraman air dingin.. dari kantor di kawasan mampang langsung menuju daerah kuningan, aku ingin punya waktu banyak dengan mereka. Ada banyak cerita untuk didengar, ada banyak hari esok untuk diisi dengan rencana-rencana gila dengan mereka dan ada beribu cerita untuk sama-sama ditertawakan, disaksikan meja orenz..

Hari itu rasanya sama dengan minggu-minggu sebelumnya, tidak ada yang terlalu luar biasa. Pagi mentari terbit, siang panas dan berdebu dan malam datang pada jam yang seharusnya, tak ada yang terlalu luar biasa.. semua biasa namun menyenangkan, hingga mataku menemukan dia.

Dia, ntah siapa namanya, ntah darimana datangnya, ntah temen siapa.. dia.
Dan aku tersenyum sendiri, menyimpan cerita tentang banyak tanya akan dia dalam hati, rapat-rapat.. sesekali menoleh ke belakang, atau membuat alasan dengan memesan minuman,agar bisa berbalik badan dan melihatnya, walau sekilas...

tsaaaaaahhh.... sekilas pun cukup mendebarkan hati :)

Rambutnya ngga pendek tapi ngga gondrong juga, agak acak tapi masih rapiii (berhubung cuma bisa lirik2 ga jelasssss ), kulitnya putih, dia kurus, dan diem mulu..
Duduknya dibarisan belakang meja jadi agak gelap dan rasanya ngga pernah denger dia bicara ato ketawa, diam saja, senyap saja..
Lalu aku liat dia berdiri, kurus. :) :) dan aku suka posturnya..
Hari itu rasanya aku keGRan, tapi rasanya dia beberapa kali ngeliatin aku juga he he he he ..

Aku suka manusia itu, dikali pertama melihat dia aku tau satu hal, aku suka dia!!

Jakarta, satu hari di juli 2008


22 October 2010

~ sad thing ~

diantara ribuan huruf yang kerap kau tuliskan, aku dapat membaca sedih yang dalam yang kau simpan dalam diammu. meresapi kepedihan yang pernah tertoreh dan luka kecil yang ternyata tak pernah berhasil sembuh. aku bisa merasakan tetesan air mata yang kau selalu sembunyikan jatuh, bersama kesedihan kesedihan yang menoreh lagi dan lagi dalam hidup.

aku merasa mengenalmu, teramat dekat.
dapat merasakan sedih dan pedihmu disini, dihatiku.
merasakan kadang perih yang kau tulis sedang menoreh di hatiku.

kita, manusia - manusia yang suka berteman sepi. walau aku tau kau jauh lebih sepi dari aku. lewat bait-bait kalimat yang kutoreh kucoba keluarkan sepi dan perih dihati, kadang berhasil, kadang hanya membuat aku menangis lebih banyak.

sebagian sisi dalam hidupku memang sepi, dan ada sedih yang dalam disana.
namun aku memiliki, sahabat. yang membuat aku merasa sedih dan perih bukan hanya milikku. dalam hidup kali ini, denganmu kubagi semua itu.

26 September 2010

~ d i a ~

.. belakangan ini dia semakin sering memanggil aku "ndut", dan sebagai yang tersebut aku seringkali hanya bisa menyeringai dan bilang "kan ini udah mau teratur jogging" (aji - aji pengelesan) sambil tersenyum saja.. toh dia ngga pernah sampai meminta aku untuk mengurangi porsi makanku dan dia juga ngga pernah complain kalau aku batal jogging karena alasan cuaca, dia selalu hanya tersenyum menjawab aku, hanya tersenyum ....

Kemaren Jumat 22/09, aku terbangun tiba-tiba karena sakit perut.. dan sepertinya aku diare (efek mie atjeh 2 porsi agagnya) dan pun disertai dengan demam. Rasanya kacau balau seharian, bolak-balik kamar mandi, lemes, ga enak banget deh. Waktu aku telpon dia, kabari kalo aku sedang sakit, aku mendengar khawatir dinada suaranya. Lalu dia saranin ini itu dengan harapan untuk membuat aku lebih enakan..

Sorenya, hujan dengan gembiranya maen diseputaran jakarta.
18.15, dia ketuk pintu kamarku, saat pintu kebuka. Dia berdiri di depan pintu kuyup sekuyupnya. Masih pake helm, terlihat seperti alien nyasar.. "Ny, aku bawain sop daging, kita makan ya.. ada kuahnya jadi nanti kau bisa keringetan" lalu dia menyodorkan bungkusan sop daging dalam plastik hitam. Sakit memang ngga pernah berhasil mengurangi selera makanku, sore itu semua nasi, semua sop daging tandas, seperti biasa .. :)

Pagi kemaren, 23/09, aku terbangun masih dengan kepala sangat berat. Mata dan telinga seperi ditusuk-tusuk dari dalam :(
Jam 10 an aku paksakan untuk bangun, sambil menunggu air mandi mateng aku beberes kamar sambil pake sweater tebal, alhasil bisa edikit keringatan dan ini bikin badan sedikit berasa enakan. Sebelum mandi, sempat sarapan pake wafer dan teh, syarat aja biar bisa minum obat sakit kepala..
Jam 12 an beres, berangkat ke Penvil karena udah kepalang janji mau ketemu gang old school :)
dia sesekali telpon, nanyain gimana kepalau, perutku, demamku.. Untungnya sakitnya mereda, ntah karena obatnya ato karena banyak banget ketawa siang ampe sore itu..
19.00 aku nyampe rumah dan menunggu dia sambil beberes lagi :)
Benar, ngga lama dia nongol, ngga hujan, syukurlah. Lalu dia ambil piring, membuka plastik hitam yang dibawanya dan mengeluarkan kue-kue yang dibawanya.. "Ny, ntar kalo kau malam-malam laper, makan ini yaaa..."
Lalu dia makan juga kuenya beberapa, karena dia bawa banyak..

Tadi, begitu dia pulang, aku melihat kue-kue diatas piringnya dan akhirnya aku cicip 1. aku ngga lapar, hanya penasaran. Hanya ingin memakan buah tangan yang dibawanya, karena koatir jangan-jangan besok pagi mereka akan basi..

Ny, tak pernah henti aku bersyukur pada Tuhan karena telah mengirimkan mu dalam hidupku.
Thank you ny, buat semua kasih, semua rasa, semua perhatian, semua cinta yang ada untuk aku..
Semoga Tuhan beri aku usia cukup untuk bisa bawa banyak bahagia dan tawa dalam hari-harimu ..

djoan.

19 September 2010

.. in L o v e


In love, no one can harm anyone else; we are each of us responsible for our own feeling and cannot blame someone else for what we feel.

~Paulo Coelho, Eleven Minutes ~

18 September 2010

~ Quote for today ~


All religions lead to the same God, and all deserve the same respect. Anyone who chooses a religion is also choosing a collective way for worshipping and sharing the mysteries. Nevertheless, that person is the only one responsible for his or her actions along the way and has no rights to shifts responsibity for any personal decisionson to that religion.

~Paulo Coelho, Warrior of Lights ~

08 September 2010

~ Antara kita ~

Ada saat untuk segala sesuatu di muka bumi, seperti saat pertama kau menyapa aku..
Saat kita habiskan waktu bersama lewat rentang jaringan tak kasat mata,
Saat kita hanya mampu berbagi cerita kala malam tiba dan dunia mulai terlelap..
Saat kau membuat waktu berhenti dan aku dipaksa melupakan usia yang terentang antara kau dan aku..

saat kita lewati malam dengan ribuan gowesan bersama, dan bersama bintang.
saat aku merasakan hatiku berdebar kencang hanya karena kau tersenyum..
saat jarak antar kota bukan penghalang untuk aku melompat dan berada disampingmu..
saat aku dapat mendengar akunan suaramu yang mendamaikan jiwaku melagukan nyanyian di gereja di hari minggu kita bersama..

saat kita susuri dinginnya sudut-sudut kotamu..
aku dengan sepeda putihmu dan kau dengan sepeda abu-abumu..
menemaniku, temani aku..

11 August 2010

.. yang selalu ada antara aku dan kau, Ibu ..

7 hari lagi aku akan pulang ke Medan, biasanya setelah 3 hari di sana aku akan melanjutkan perjalanan dengan Kereta menjumpai emmak dan bapak di Rantau Prapat, 6 jam perjalanan dengan kereta dari Medan. Sejak bulan lalu kerinduan membuncah untuk pulang, apalagi sempat menelpon emmak dan dia sedang sakit katanya :(, bapak ku sendiri sedang ada di Riau, sejak punya kebon disana bapak memang bolak-balik Rantau prapat - Ballam, alhasil emmak seringkali sendirian di rumah.. Salah satu rencana dalam kepulangan kali ini adalah untuk ngomong ama bapak biar Ibuku dibawa pindah saja ke Ballam, buat apa berjauh-jauhan, bolak-balik.. Minggu lalu aku menelpon Ibuku, memberi kabar kalo aku akan pulang tanggal 18 nanti. Ada keriangan dalam nada suaranya, dia tanya tiketku berapa, kapan kembali ke jakarta dan ditutup dengan pesan "Eh wi, bawa bajumu yang bagus ya, kalo gag ada beli, ntah satu aja pun" dengan logat batak yang kental tentu saja ..

Aku sempat terdiam, ternyata pulang di bulan Agustus sama saja dengan dengan pulang di Desember. "Iya ma, nanti aku cari yaa".. Lalu Ibuku nyambung lagi.. "satu ajapun ya, ga apa kalo mahal.. asal bagus" .. ..

"iya ma" aku hanya bisa bilang begitu..

Pulang adalah saat-saat yang sangat menyenangkan, tapi juga bikin deg-deg an karena 1 urusan "baju yang pantes untuk ke Gereja". Sepanjang aku mulai berhak memutuskan pakaianku, masalah ini sudah ada antara aku dan ibuku. ajaibnya hanya aku, ini ngga terjadi di adik atau kakak perempuanku.. Sejak SMP, aku sudah diijinkan memilih sendiri baju yang kusuka sesuai dengan budget dari Bapak, dan seingatku juga.. hingga saat ini, aku selalu berhati-hati dalam memilih bajuku. Mempertimbangkan Ibu-ku biasanya, namun seringkali aku salah, tetap salah :( :( he he he ..

Seringkali masih diminta "ganti aja" karena dianggap kurang pas, kadang terlalu pendek (karena lututnya kliatan dikit), kadang terlalu terbuka (karena lengannya pendek banget), dan yang paling sering adalah karena modelnya dianggap terlalu aneh ha ha ha ... perlu hati yang kuat dan gag gampang menyerah untuk jadi anak Ibuku :)

Untuk kepulangan besok, aku sudah bikin rencana untuk agak memudahkan aku :)

Rabu aku tiba di Medan dan akan tinggal sampai hari minggu, jadi satu hari minggu tercoret sudah. Untuk minggu yang satu lagi, akhirnya kemaren di bandung aku sudah berburu "dress" yang semoga saja sesuai dengan harapan ibuku, semoga saja dia suka.. walau ini jarang sekali terjadi, dia suka yang kusuka.

Begitulah, seringkali aku menjadi sedih dengan ucapan ibuku dalam menilai gaya berpakaianku dan "selera"ku yang katanya terlalu ajaib.. namun Ibu, itu tidak pernah menghentikan langkahku untuk pulang dan bertemu mu sesering kubisa..

karena cintaku melebihi semua keruwetan antara kita Ibu ..

.. miss you more mom ..