sudah masuk bulan ke empat dengan rasa tidak nyaman yang mengikuti ..
tau, harus segera memutuskan akan mengarah kemana, namun agaknya mulai menjadi pengecut aku sekarang ..
hari ini akan berangkat ke lapangan ampe senin, membawa galau yang besar ini di dalam dada - dalam gelembung-gelembung kelabu sel otak ku ..
minggu depan, semoga ada waktu sejenak untuk diri sendiri, untuk berfikir, agak bisa jelas semuanya ..
.. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya ..
08 July 2009
25 June 2009
~ Segelas kopi untuk Senja ~
Kadang aku seperti Iwan Fals yang cemburu pada Samudera,
karena dia mampu menampung segala,
saat aku luluh lantak di hari ketiga ku tanpamu ..
Senja dengan gerimis?
Senja dengan matahari berona jingga bulat sempurna,
Senja di puncak gunung??
Aku akan menjadi senjamu, namun hadirlah selalu dengan tatapanmu ..
Menjadi batu aku, diam, kaku, dan sendiri
Berharap dinginnya malam mampu bekukan rasaku,
dan jarak ini jadi hampa tak bermakna ..
tapi aku batu yang pecah .. ..
Menjadi udara,
agar dapat bergerak sekejab.
Menjengkali jarak aku dan dirimu,
sebentar saja sudah disisimu.
Tapi aku seperti terperangkap dalam balon udara,
Rinduku tetap terbakar ..
Aku mau kau cepat kembali, warnai hidupku ..
Seperti senja di Mandalawangi saat kabut mulai turun,
Itulah artimu buat hidupku.
Segelas kopi yang sempurnakan Senja ..
karena dia mampu menampung segala,
saat aku luluh lantak di hari ketiga ku tanpamu ..
Senja dengan gerimis?
Senja dengan matahari berona jingga bulat sempurna,
Senja di puncak gunung??
Aku akan menjadi senjamu, namun hadirlah selalu dengan tatapanmu ..
Menjadi batu aku, diam, kaku, dan sendiri
Berharap dinginnya malam mampu bekukan rasaku,
dan jarak ini jadi hampa tak bermakna ..
tapi aku batu yang pecah .. ..
Menjadi udara,
agar dapat bergerak sekejab.
Menjengkali jarak aku dan dirimu,
sebentar saja sudah disisimu.
Tapi aku seperti terperangkap dalam balon udara,
Rinduku tetap terbakar ..
Aku mau kau cepat kembali, warnai hidupku ..
Seperti senja di Mandalawangi saat kabut mulai turun,
Itulah artimu buat hidupku.
Segelas kopi yang sempurnakan Senja ..
22 June 2009
~ @ 4.41 ~
.. kadang kau ada begitu dekat,
teramat dekat hingga mengaburkan arti hadirmu ..
.. kadang kau tak ada disisiku,
hilang dipeluk sang malam, yang redam kau dalam peluknya ..
.. jika aku mencari arti diantara rangkaian senyumanmu,
kau bawa aku kesini kesana hingga aku tak tau kau berpijak dimana ..
.. aku memilih 3 langkah darimu untuk menjaga kesadaranku,
dan kau tarik aku mendekat lalu kita hanya diam mematung. bisu ..
.. kadang aku bertanya makna terselip diantara tindak lakumu,
lalu rasanya aku tersesat di belantara tak bertuan ..
.. saat inipun, dipagi 2 january yang basah ini,
tak ada mu mendera, kantuk tak mampu hadir ..
.. tanpamu, ternyata aku limbung ..
teramat dekat hingga mengaburkan arti hadirmu ..
.. kadang kau tak ada disisiku,
hilang dipeluk sang malam, yang redam kau dalam peluknya ..
.. jika aku mencari arti diantara rangkaian senyumanmu,
kau bawa aku kesini kesana hingga aku tak tau kau berpijak dimana ..
.. aku memilih 3 langkah darimu untuk menjaga kesadaranku,
dan kau tarik aku mendekat lalu kita hanya diam mematung. bisu ..
.. kadang aku bertanya makna terselip diantara tindak lakumu,
lalu rasanya aku tersesat di belantara tak bertuan ..
.. saat inipun, dipagi 2 january yang basah ini,
tak ada mu mendera, kantuk tak mampu hadir ..
.. tanpamu, ternyata aku limbung ..
Kalibata Feb 2, 2009
18 February 2009
~ a.m.b.i.g.r.a.m ~
..ambigram..17 february 2009,
di FB ada notification kalo aku di tag Jarody disalah satu gambar,
begitu dilihat gambarnya ternyata 2 ambigram ini.. ..
sempat terpana,
kaget,
senneng,
lalu lucu rasanya..
kaget,
senneng,
lalu lucu rasanya..
ah Ody,
makasih banget untuk 2 ambigram nama ini,
aku anggap ini jadi hadiah Valentine dari seorang sahabat..
makasih banget untuk 2 ambigram nama ini,
aku anggap ini jadi hadiah Valentine dari seorang sahabat..
.. mmm.. makasiy ..
27 January 2009
~ yang kamu tak akan pernah tau ~
14 January 2009
~ MIMPI ~
~ bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi mu ~
ini adalah kutipan dari salah satu tetralogi Laskar Pelangi, dan saat pertama membaca kalimat ini rasanya benar-benar membangkitkan semangat untuk berani bermimpi. Bermimpi rasanya membuat hidup menjadi semakin indah dan yang lebih indahnya lagi adalah kita, sebagai manusia, diberi kesempatan untuk boleh bangun dan melakukan hal-hal untuk mewujudkan impian kita. Indah!
Beberapa impian yang sebelumnya rasanya terlalu besar kemudian terlihat lebih nyata, lebih dapat dirangkul, lebih dekat untuk diwujudkan, di jewantahkan menjadi benda atau tindakan yang nyata. Saat satu persatu "yang terlalu" itu dapat dipeluk, semakin yakin untuk kemudian mengejar yang lainnya, memeluk gunung-gunung harapan dan terbang ke langit yang tidak mungkin. Rasanya tidak ada yang terlalu besar untuk dirain, tidak ada yang terlalu jauh untuk didatangi, tidak ada yang terlalu tinggi untuk digapai, walau aku tetap tau bahwa diatas segalanya ada Dia, Sang Pencipta yang telah mengatur segalanya dalam hidup. Namun aku percaya untuk membawa impian-impian itu dalam doa, meminta bantuannya untuk membuat menjadi lebih mungkin untuk aku mewujudkan mimpi-mimpiku..
Namun november tahun lalu, dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari Bandung, aku menghadapi percakapan yang kemudian mengingatkan dan menyadarkan aku akan sesuatu. Akan resiko dalam pencapaian akan satu mimpi yang menjadi kenyataan. Aku bercerita tentang hal yang agak kontroversial (walau mungkin kenyataannya "kontroversial" terlalu heboh untuk menggambarkan kasus itu), dan dia kemudian mengatakan satu hal yang membuat aku berfikir dan berfikir keras..
"Kamu yakin dengan apa yang kamu inginkan itu?" itu dia tanyakan sampai 2x, dan dengan anteng dan senyuman aku jawab "iya, aku mau begitu dan aku berdoa untuk itu". Lalu dia nanya lagi "Lalu Joan, kalau jawaban doamu itu adalah "iya", kamu yakin kamu akan dapat hidup damai dengan pilihanmu itu?, kamu yakin kamu udah siap menghadapi semua hal yang akan menentang kamu? kamu yakin kamu akan siap menghadapi semua tantangan yang datang ke kamu?". Aku lalu terdiam, hal itu telah terpikirkan memang, tapi kadang butuh pukulan agak keras untuk mengingatkan makna pertanyaan seperti itu.
Iya, jika kita berani meminta dalam doa kita untuk mimpi dan harapan kita, selalu akan kuatkah kita menghadapi perwujudan mimpi itu?
Aku jadi sadar bahwa kadang aku sangat egois dalam meminta, apakah benar semua mimpi itu akan berani aku hadapi? Apakah aku manusia yang cukup kuat untuk menjalani hari esok ku dengan perubahan besar akibat kenyataan yang hadir dari sebaris permohonan dalam doa?
Saat ini, aku jadi banyak berfikir..
Untuk lebih bijak dalam mengirimkan sebaris permohonan ke surga, ke pangkuan Sang Pencipta.
Jika jawabannya adalah "iya", akan mampukah aku menghadapinya?
Kalibata, 14 Januari 2009
02.55 wib
02.55 wib
02 December 2008
~ belajar terbang ~
Kita ngga bisa membuat semua orang bahagia, kita ngga bisa bikin semua orang senang .. ..
Aku bukan Superboy, aku bukan malaikat, aku manusia..
Hemh, iya benner. Tapi sungguh aku engga mau buat kalimat itu seperti excuse.. Menjadi sesuatu yang lebih baik ngga selalu mudah, seringkali malah berat, seringkali membutuhkan pengorbanan ..
Aku dan orang itu, dibenakku hingga saat ini, sangat tidak mau menjadi seperti dia. Aku pernah berusaha membawa dia untuk mau memaafkan dan mengerti kondisi seseorang dan sekelompok orang yang berseberangan pendapat dengan dia, tapi hasilnya adalah dia malah mengubur dalam-dalam persahabatan kami. Sedih waktu itu, tapi syukurlah saat ini agagnya dia mulai melunak, syukurlah .. ..
Kita ngga bisa membuat semua orang senang!
Aku ngga bisa membalas semua rasa yang "maen hati" yang datang, ya kalo aku ngga "maen hati" untuk dia massa kudu maksa? kadang ada yang mampu mengerti dan kita tetap berteman, tapi kadang ada yyang menjadi musuh, pergi menjauh, dan mencoba membalas dengan kelakuan-kelakuan aneh dan ajaib.
Padahal bukankan hidup memang begitu??
Itu sama saja dengan aku yang juga ngga selalu mendapatkan balasan untuk rasa "maen hati" yang aku punya untuk seseorang..
Ya seperti itulah, kita belajar dalam hidup.. belajar menerima!
dan belakangan ini aku menyadari sesuatu dan berusaha tidak berontak atau bereaksi terlalu keras untuk itu.
Aku belajar menerima kenyataan bahwa kadang aku ga bisa terima .. ..
Aku bukan Superboy, aku bukan malaikat, aku manusia..
Hemh, iya benner. Tapi sungguh aku engga mau buat kalimat itu seperti excuse.. Menjadi sesuatu yang lebih baik ngga selalu mudah, seringkali malah berat, seringkali membutuhkan pengorbanan ..
Aku pernah dengar cerita seorang sahabat, cerita tentang betapa dia tidak menyukai ayahnya, sifat keras dan cara ayahnya memperlakukan anak-anaknya.. namun kemudian temenku itu menyadari bahwa dia sendiri bergerak mengikuti string line yang menuju sifat-sifat ayahnya. Kadang tanpa disadari itu terjadi, dan untuk aku.. efek itu juga kena.
Barusan ini aku menelepon seorang teman, minta maaf untuk kata, laku, atau tulisanku yang mungkin memberi efek tidak menyenangkan untuk dia, dan syukurlah .. dia bilang aku dimaafkan.Aku dan orang itu, dibenakku hingga saat ini, sangat tidak mau menjadi seperti dia. Aku pernah berusaha membawa dia untuk mau memaafkan dan mengerti kondisi seseorang dan sekelompok orang yang berseberangan pendapat dengan dia, tapi hasilnya adalah dia malah mengubur dalam-dalam persahabatan kami. Sedih waktu itu, tapi syukurlah saat ini agagnya dia mulai melunak, syukurlah .. ..
Kita ngga bisa membuat semua orang senang!
Aku ngga bisa membalas semua rasa yang "maen hati" yang datang, ya kalo aku ngga "maen hati" untuk dia massa kudu maksa? kadang ada yang mampu mengerti dan kita tetap berteman, tapi kadang ada yyang menjadi musuh, pergi menjauh, dan mencoba membalas dengan kelakuan-kelakuan aneh dan ajaib.
Padahal bukankan hidup memang begitu??
Itu sama saja dengan aku yang juga ngga selalu mendapatkan balasan untuk rasa "maen hati" yang aku punya untuk seseorang..
Ya seperti itulah, kita belajar dalam hidup.. belajar menerima!
dan belakangan ini aku menyadari sesuatu dan berusaha tidak berontak atau bereaksi terlalu keras untuk itu.
Aku belajar menerima kenyataan bahwa kadang aku ga bisa terima .. ..
Subscribe to:
Posts (Atom)

